Dalampenelitian tentang kompetensi professional guru seni budaya dalam pembelajaran seni musik, definisi operasional variabelnya adalah sebagai berikut: a. Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran. Seorang guru harus menguasai materi, struktur dan konsep keilmuan mata pelajaran dengan
KompetensiProfesional dapat berupa penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif, serta konsistensi penguasaan materi guru antara content dengan performance: baik berupa teks, konteks, & realitas, fakta, prinsip, konsep dan prosedur, ketuntasan tentang
13Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu 14 Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif JUMLAH (Hasil Penilaian Kinerja Guru) Nil-Al PK GURU SKALA -100 Humbang Háßündutà ry, 30 Desem a Sekolah. s AMORA s. p EL NIP. - Guru g dinilai, ari Sihotan EL I A ORA s. P
Denganbegitu guru dapat mengetahui kekurangan-kekurangan tentang cara mengajar langsung dari siswa yang diampu, sehingga praktikan dapat masukan–masukan untuk dapat lebih baik lagi. Kurikulum ini menyajikan segala bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah satu sama lain, seakan-akan ada batas pemisah antara
Fungsiadanya tujuan pembelajaran dalam penyusunan RPP yaitu untuk memandu guru dalam mengajarkan berbagai konsep muatan mata pelajaran Melalui aktivitas pembelajaran. Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran. Dalam tujuan pembelajaran memuat proses dan hasil pembelajaran.
Artinya PAN digunakan apabila ingin mengetahui kemampuan peserta didik di dalam komunitasnya seperti di kelas, madrasah, dan lain sebagainya. PAN menggunakan kriteria yang bersifat "relative". kesesuaian latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu, kompetensi guru, rasio jumlah peserta didik dalam satu kelas, sarana
. Pedagogik adalah bagian dari proses pendidikan itu sendiri. Dalam pendidikan di sekolah, baik sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas, pendidikan berjalan dengan beberapa metode dan proses. Setiap pendidik, terutama guru harus memahami proses pedagogik Dalam kesempatan kali ini akan jelaskan pengertian pedagogik adalah bagian penting dari pendidikan itu sendiri. Mengulas pengertian pedagogik, manfaat serta fungsinya. Tanpa berlama-lama, yuk mari langsung kita simak penjelasannya di bawah ini. BACA JUGA Respirasi Adalah Pengertian, Jenis & Prosesnya Pada Manusia freepik Pedagogik adalah istilah pengajaran atau gaya mengajar sebuah guru, merupakan bagian ilmu yang mengajari bagaiman teknik mengejara itu sendiri. Namun secara etimologis, pedagogi sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang berarti mengawasi anak, dan bertanggung jawab atas pendidikannya. Pedagogig berasal dari kata paedos dan agogos. Peados berarti anak laki-laki, sementara agogos yaitu mengantar, mendidik dan membimbing. Hal ini berarti bahwa pedagogik adalah seorang ahli yang membimbing dan mengantarkan seorang anak untuk mencapai tujuan tertentu. BACA JUGA Persyaratan SKCK Terbaru, Alur, Cara Pembuatan & Biayanya Pedagogik menurut para ahli freepik Selain pengertian pedagogik adalah bagian dari proses pendidikan, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam pengertian di atas. Terdapat juga beberapa Ahli yang memberikan padangan secara spesifik terkait pedagogik itu sendiri. Berikut ini daftar para ahli terkait makna pedagogik 1. Sarworno Sarworni seorang pakar pendidikan berpendapat bahwa pedagogik adalah metode pendidikan yang menekankan pada praktik dan proses pendidikan itu sendiri. Maksudnya, hal tersebut berkaitan dengan kegiatan mendidikan dan membimbing siswa. Saworno menekankan bahwa pedagogik merupakan teori yang secara detail, objektif, dan kritis dalam mengembangkan konsep hakikat manusia, hakekat anak, dan hakekat pendidikan itu sendiri. 2. Prof. Dr. J. Hoogveld Prof. Dr. J. Hoogvel juga menjelaskan bahwa pedagogik adalah sebuah ilmu yang mempelajari perihal pembimbingan anak untuk mencapai tujuannya. J. Hoogveld sendiri merupakan pakar pendidikan asal negeri Belanda mendefiniskan bahwa pedagogik memiliki tujuan tertentu, terutama membantu siswa untuk menggapai tujuannya ketika kelak dewasa dan berada di lingkungan masyarakat. 3. Ana Maria Gonzalez Soca Pedagogik adalah proses yang menyoroti hubungan antara pendidikan, pengajaran, dan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian peserta didik atau siswa. Hal tersebut untuk memberikan kesiapan kepada siswa dalam menjalani kehidupan sosial kelak. Ana maria juga menjelakan bahwa pedagogik tidak memiliki batas dan melampaui batasan-batasan institusi pendidikan. 4. Gladys Valdivia Berbeda dengan kedua pakar di atas, Gladys Valdivia berpendapat bahwa pedagogik adalah sebuah proses pendidikan yang berkaitan erat dengan tujuan sosial. Pedagogik dikembangkan untuk memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat mengetahui hubungan suatu hal dengan hal lainnya. Hal ini menunjukan bahwa pedagogik berada di dalam dan di luar proses pendidikan itu sendiri. 5. Menurut Addine Addine menjelaskan bahwa pedagogik adalah sebuah proses pendidikan yang memiliki kharakter khas. Karakter tersebut bersifat terstruktur berdasarkan temuan dalam bidang sains kontemporer. Sedangkan hubungan sekolah dan kehidupan didasarkan pada dua aspek penting, yaitu sebuah pekerjaan untuk mendidik siswa menjadi seorang manusia yang siap untuk menjalani kehidupan sosial di masyarakat. BACA JUGA Cara Belajar Bahasa Korea Sendiri dengan Cepat untuk Pemula Pedagogik sebagai ilmu pengetahuan freepik Setelah menyimak pengertian di atas, satu garis besar dapat disimpulkan bahwa pedagogik adalah proses pendidikan untuk siswa agar dapat menjalani hidup sosial masyarakat. Namun sebagai sebuah ilmu pengetahuan, pedagogik sendiri memiliki arti memberikan bimbingan dan bantuan secara spiritual kepada sesorang yang belum dewasa. Hal ini tentu saja berkaitan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri yang bersifat transformative atau memberikan perubahan terhadap siswa agar dapat memaksimalkan potensi diri baik secara kognitif dan karakter. Karena sebagai ilmu pengetahuan, pedagogik juga memiliki teori, konsep dan metode tersendiri. BACA JUGA 15 Komik Pendidikan Lucu, Bisa jadi Pendamping Belajar Anak Tujuan kompetensi pedagogik freepik Agar lebih memahami apa itu pedagogik, Sedulur juga perlu mengetahui tujuannya. Beberapa tujuan yang ingin dicapai tersebut, antara lain 1. Memanusiakan manusia Tujuan yang pertama adalah memanusiakan manusia. Dalam hal ini, seorang pengajar diharapkan bisa menjadi rekan belajar mahasiswa agar mereka dapat belajar dengan lebih mudah dan nyaman. Hal ini karena proses pembelajaran yang nyaman akan sangat berpengaruh pada seberapa dalam ilmu yang bisa mereka serap. 2. Dapat melatih keberanian Keberanian peserta didik juga menjadi tujuan dari kompetensi pedagogik ini. Dialog dan diskusi yang terjadi antara peserta didik dengan pengajar akan membuat mereka lebih aktif dan berani dalam mengambil suatu tindakan. 3. Mengembangkan kepribadian Pengembangan kepribadian juga sangat penting untuk diperhatikan mengingat sikap dan perilaku yang baik akan dibawah peserta didik untuk terjun ke masyarakat secara langsung. Jika mahasiswa sudah terbiasa dengan berbagai ilmu dalam perkuliahan, maka perkembangan kepribadiannya diharapkan dapat menjadi lebih baik. 4. Memahami jati diri Selain tiga hal di atas, memahami jati diri juga diperlukan untuk bisa lebih kuat dalam menjalani kehidupan di masa yang akan datang. Pemahaman akan jati diri juga bisa membuat peserta didik menjadi lebih kompeten dan bisa dikatakan ahli dalam bidangnya masing-masing. BACA JUGA 8 Manfaat & Contoh Sifat Jujur Unjuk Diajarkan Pada Anak Manfaat pedagogik freepik Berdasarkan penjelasan di atas, makan jelas bahwa pedagogik dapat memberikan manfaat. Manfaat tersebut yaitu sebagai berikut Memanusiakan manusia, menjadikan seorang siswa menjadi lebih dewasa agar siap menjalani kehidupan secara mandiri. Bertujuan agar siswa dapat memahami dan menjalani kehidupan di masa depan, dan dapat membuat siswa dapat menjalani hidup lebih bermakna dan memuliakan hidup. Membantu peserta didik mempertanyakan dan menantang keyakinan dan praktik-praktik yang mendominasi. Megembangkan kepribadian siswa yang sehat dan sportif. Aspek kompetensi pedagogik Ada beberapa aspek dalam kompetensi pedagogik yang penting diketahui dan dikuasai oleh calon pengajar. Beberapa aspek tersebut, yaitu 1. Memahami setiap karakter peserta didik Aspek yang pertama adalah memahami setiap karakter peserta didik. Hal ini penting dilakukan agar proses pembelajaran dapat dilakukan dengan baik, agar ilmu yang diberikan kepada peserta didik bisa terserap dengan lebih optimal. Pemahaman terkait karakter peserta didik juga akan membuat mereka lebih mudah dalam belajar. Dengan begitu, prestasi akademik dapat meningkat dari waktu ke waktu. 2. Menguasai teori belajar dengan baik Pengajar tentu saja harus menguasai teori dalam belajar dengan baik. Selain itu, penyampaian materi juga harus disesuaikan dengan karakter peserta didik, sehingga teknik atau metode pembelajaran yang dipilih dapat berhasil. Jika kemampuan dan penguasaan materi oleh pengajar dapat diterangkan dengan baik, peserta didik akan lebih fokus dengan apa yang disampaikan pengajar. 3. Bisa mengembangkan kurikulum Lebih lanjut, aspek pedagogik lain yang harus dikuasai pengajar adalah kemampuan dalam mengembangkan kurikulum. Kemampuan ini meliputi penyusunan silabus atau rencana pembelajaran selama satu semester, kemampuan dalam menyusun berbagai jenis tes atau ujian untuk memberikan penilaian, serta kemampuan memilih metode pembelajaran yang tepat. 4. Mudah menciptakan pembelajaran yang mendidik dan bisa melakukan evaluasi pembelajaran Seorang pengajar juga harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang mendidik, yakni tidak hanya memberikan materi saja, melainkan juga memberikan pendampingan kepada mereka saat belajar. Sebagai contohnya dengan memberikan sumber belajar lain agar peserta didik memiliki wawasan yang lebih luas. Jika sudah bisa menciptakan proses pembelajaran yang mendidik, seorang pengajar dapat melakukan evaluasi pembelajaran terkait metode yang selama ini digunakan. Apakah sudah tepat atau masih perlu peningkatan lagi. Hal ini berguna untuk mengukur efektivitas kegiatan belajar yang selama ini sudah dijalankan. 5. Mampu mengembangkan potensi peserta didik Aspek berikutnya adalah mampu mengembangkan potensi peserta didik agar mereka dapat lebih fokus pada bidangnya masing-masing. Dengan mulai menanyakan apa hobi dan kesukaan peserta didik, para pengajar akan lebih mudah dalam mengembangkan potensi peserta didik dibawah bimbingannya. 6. Mampu berkomunikasi dengan peserta didik Aspek lain yang tak kalah penting adalah kemampuan dalam berkomunikasi dengan peserta didik. Hal ini harus diperhatikan dan diterapkan dengan baik agar penyampaian materi dapat lebih mudah dimengerti oleh peserta didik. Contohnya adalah menyampaikan materi dengan sopan dan menegur peserta didik yang berbuat kesalahan dengan sabar. BACA JUGA 10 Deretan Universitas Terbaik di Dunia 2022 Versi QS World Kompetensi pedagogik freepik Sementara itu, kompetensi pedagogik adalah ukuran atau indikator bagi seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik. Dapat memahami pengelolaan proses pembelajaran yang mencakup pelaksanaan, evaluasi, serta pengembangan karakter peserta didik itu sendiri. Di Indonesia, kompetensi pedagogik didasarkan pada peraturan pemerintah. Hal tersebut tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Pasal 3 Ayat 4 dalam Aqib 2009, hlm. 60 kompetensi pedagogik sebagaimana dimaksud pada ayat 2 merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, Pemahaman terhadap peserta didik, Pengembangan kurikulum atau silabus, Perancangan pembelajaran, Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, Pemanfaatan teknologi pembelajaran, Evaluasi hasil belajar, Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. BACA JUGA Hak dan Kewajiban Anak di Rumah & Sekolah, Bunda Wajib Tau! Kompetensi pedagogik guru freepik Dari turunan di atas guru-guru di Indonesia juga memiliki kompetensi pedagogik guru. Pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 akan dipaparkan melalui tabel di bawah ini No. Kompetensi Inti Guru Indikator 1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial- budaya. Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu. Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu. 2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. 3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu. Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. 4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. Mengembangkan komponen-komponen ran-cangan pembelajaran. Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan. Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yang diampu sesuai dengan situasi yang berkembang. 5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu. 6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya. 7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan yang mendidik yang terbangun secara siklikal dari a penyiapan kondisi psikologis peserta didik untuk ambil bagian dalam permainan melalui bujukan dan contoh, b ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, c respons peserta didik terhadap ajakan guru, dan d reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya. 8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. 9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan. Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu. Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu. BACA JUGA 20 Fakta Anak Pertama dari Sifat Hingga Kepribadiannya! Fungsi pedagogik freepik Dari penjelasan di atas, mulai dari pengertian, tujaun dan manfaat, dapat disimpulkan bahwa pedagogik adalah bagian penting. Namun tidak terlepas dari kritik itu sendiri. Kritik pedagogik adalah penting untuk mengembangkan kompetensi pedagogik itu sendiri. Sebagaimana kita simak dalam penjelasan sebelumnya, bahwa kompetensi pedagogik guru adalah penting, demi keberlangsungan proses pendidikan itu sendiri. Dari penjelasan pedagogik guru adalah penting tersebut, kita bisa merunutkan bahwa fungsi pedagogik adalah Untuk memahami fenomena pendidikan situasi pendidikan secara sistematis. Memberikan petunjuk tentang apa yang seharusnya dilaksanakan oleh pendidik . Menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan dalam praktik mendidik anak, yaitu kesalahan konseptual, teknis dan kekeliruan yang bersumber dari kepribadian pendidik. Mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi. Dari penjelasan di atas pedagogik berfungsi untuk melakukan langkah-langkah yang bertujuan meningkatkan pedagogik. Penjelasan di atas semoga cukup lengkap untuk menjelaskan bahwa pedagogik adalah bagian penting dalam mendidik. Semoga juga bisa menjadi pedoman bagi para guru dalam memberikan kualitas pengajaran yang lebih baik, agar bisa menghasilkan generasi yang lebih baik untuk negara kita tercinta ini. Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.
Mata pelajaran berasal dari kata dasar mata. Mata Pelajaran Pelajaran yang harus diajarkan dipelajari untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan. Kesimpulan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, arti mata pelajaran adalah pelajaran yang harus diajarkan dipelajari untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan.
Halo Bapak/Ibu, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat mengajar, ya. Kerinduan Bapak/Ibu untuk bertemu putra-putri di sekolah nampaknya sudah mulai terobati. Bagaimana tidak, beberapa daerah di Indonesia sudah mulai membuka sekolah tatap muka, terutama di lingkup SD dan SMP. Itu artinya, kegiatan belajar mengajar sudah mulai normal meskipun harus tertib protokol kesehatan. Agar peserta didik semakin semangat dalam belajar di sekolah di tengah pandemi ini, Bapak/Ibu bisa menerapkan model pembelajaran yang cukup menyenangkan, misalnya saja pembelajaran kontekstual. Ingin tahu selengkapnya tentang pembelajaran kontekstual? Check this out. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang menekankan pada kaitan antara materi yang dipelajari dengan kondisi di kehidupan nyata yang bisa dilihat dan dianalisis oleh peserta didik. Artinya, saat kegiatan pembelajaran berlangsung peserta didik seolah bisa merasakan dan melihat langsung aplikasi nyata materi yang sedang dipelajari. Adapun contoh pembelajaran kontekstual di kelas adalah sebagai berikut. Guru mempraktikkan renang gaya kupu-kupu di hadapan para peserta didik. Guru menampilkan gambar rangka manusia untuk menunjukkan bagian-bagian rangka manusia. Guru membawa bahan ajar berupa perkecambahan untuk menunjukkan proses pertumbuhan biji. Guru membawa contoh koran atau majalah sebagai bahan untuk membahas berita. Guru mengajak peserta didik di daerah yang rawan banjir maupun longsor untuk menjelaskan struktur tanah. Pembelajaran Kontekstual Menurut Para Ahli Adapun pengertian pembelajaran kontekstual menurut ahli adalah sebagai berikut. 1. Menurut Depdiknas Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi di dunia nyata siswa. Menurut Depdiknas, metode pembelajaran ini harus mampu mendorong siswa menciptakan hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menurut Elaine B. Johnson Pembelajaran kontekstual merupakan sebuah proses pendidikan untuk menolong para siswa/siswi melihat makna dalam pelajaran yang mereka pelajari. Caranya ialah dengan menghubungkan subjek-subjek akademik yang sudah dipelajari dengan konteks kehidupan sehari-hari. 3. Menurut Wina Sanjaya Pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk menerapkannya pada kehidupan mereka. 4. Menurut Suherman Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang diawali dengan mencontoh kejadian di dunia nyata yang dialami siswa, lalu diangkat menjadi pembahasan konsep yang sedang diajarkan. Siswa bisa mempraktikkan, menceritakan, berdialog, atau tanya jawab. Tujuan Pembelajaran Kontekstual Tujuan metode pembelajaran ini adalah sebagai berikut. Meningkatkan ketertarikan peserta didik untuk senantiasa belajar, sehingga mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang bersifat fleksibel dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Memperbaiki hasil belajar peserta didik melalui peningkatan pemahaman makna materi yang sedang dipelajari. Manfaat Pembelajaran Kontekstual Adapun manfaat metode pembelajaran ini bagi peserta didik adalah sebagai berikut. Meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berpikir secara kritis, logis, dan sistematis. Pemahaman yang diperoleh peserta didik bisa bertahan lebih lama karena memahami dengan menerapkan. Peserta didik bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Meningkatkan kreativitas peserta didik berkaitan dengan permasalahan yang ada di sekitar yang disesuaikan dengan keilmuan yang didapatkan. Strategi Pembelajaran Kontekstual Agar implementasi model pembelajaran kontekstual berhasil, Bapak/Ibu harus memiliki strategi yang sesuai dengan kondisi di kelas yang diampu. Lantas, bagaimana strateginya? Melalui pemecahan masalah, artinya Bapak/Ibu memberikan studi kasus yang biasa mereka temui di kehidupan sehari-hari. Lalu, peserta didik diminta untuk mencari solusi atas studi kasus yang Bapak/Ibu berikan dari berbagai sumber yang bisa diakses. Mengajak peserta didik di tempat yang dekat dengan pemahaman materi, misalnya lingkungan sekitar sekolah, perpustakaan, museum, dan sebagainya. Hal itu karena suasana belajar baru bisa memunculkan pengalaman baru yang menyenangkan dan mudah diingat. Menjadikan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat dan mandiri, sehingga guru hanya berperan untuk mengarahkan dan mengontrol jalannya pembelajaran. Membangun komunikasi efektif yang bisa diterima oleh semua peserta didik di kelas dengan berbagai karakter, sosial, budaya, suku, dan sebagainya. Komunikasi yang dijalin oleh guru pada peserta didiknya akan memengaruhi tingkat ketertarikan pada materi yang diajarkan. Memberikan penilaian yang otentik pada peserta didik. Penilaian tersebut bisa membantu guru dalam memetakan tingkat kemampuan dan motivasi peserta didik selama pembelajaran. Langkah-Langkah Pembelajaran Kontekstual Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. Mengenalkan sosok/figur yang terkait dengan mata pelajaran yang diajarkan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan peserta didik pada kegiatan belajar mengajar serta memotivasi agar peserta didik bisa meniru kesuksesan sosok/figur tersebut. Merumuskan manfaat serta tujuan materi yang akan dipelajari serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Memberikan umpan balik dengan cara membebaskan peserta didik untuk bereksplorasi, sehingga nantinya mereka bisa menemukan cara belajar yang sesuai. Mengarahkan dan membimbing peserta didik selama mereka belajar untuk bereksplorasi. Prinsip Pembelajaran Kontekstual Menurut Elaine B. Johnson dalam Syaefudin, pembelajaran kontekstual harus memuat tiga prinsip utama, yaitu sebagai berikut. 1. Prinsip ketergantungan Sebagai suatu sistem, pasti ada keterikatan dan keterkaitan di dalam sekolah. Artinya, setiap elemen di sekolah saling tergantung satu sama lain. Misalnya, antara peserta didik dan guru, guru dan kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, dan seterusnya. Adanya ketergantungan ini bisa meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal-hal yang tidak bisa dipisahkan saat pembelajaran berlangsung adalah bahan ajar, media ajar, sarana dan prasarana, sumber belajar, dan iklim sekolah. 2. Prinsip diferensiasi Artinya segala sesuatu di Bumi ini selalu berubah, tak terkecuali di dunia pendidikan. Hal itu memicu terbentuknya perbedaan, keseragaman, dan keunikan. Oleh karena itu, pendidik selalu dituntut untuk dinamis dan harmonis dengan prinsip diferensiasi. 3. Prinsip organisasi diri Artinya guru harus mampu memberikan dorongan atau motivasi pada peserta didik agar senantiasa menggali setiap potensi yang dimiliki secara optimal. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menuntut guru untuk mampu menyuguhkan gambaran dunia nyata di dalam kelas. Dengan demikian, peserta didik lebih mudah memahami inti dari hal-hal yang sedang dipelajari. Itulah mengapa, pada pendekatan kontekstual guru harus mengarahkan peserta didik agar Selalu aktif bertanya; Aktif menggali pengetahuan secara konstruktif dengan cara membangun; Aktif dalam menemukan konsep atau pengetahuan dengan menerapkan pola berpikir kritis; Belajar bersama di dalam masyarakat pembelajar; Menggagas pemodelan; Mampu merefleksikan pengalaman belajar yang pernah dilalui; dan Menerapkan penilaian otentik. Tanpa komponen-komponen di atas, aplikasi pembelajaran kontekstual sulit untuk dijalankan di kehidupan sehari-hari. Itulah pembahasan Quipper Blog tentang pembelajaran kontekstual. Semoga bisa bermanfaat untuk menambah wawasan Bapak/Ibu dalam rangka menyongsong pembelajaran tatap muka. Jangan lupa untuk tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan 3M. Update terus informasi terbaru tentang dunia pendidikan hanya di Quipper Blog. Salam Quipper! [spoiler title=SUMBER]
Penulisan Kreatif Manajemen Bahasa Mengingat bahasa adalah seni berkomunikasi, maka berbahasa juga merupakan ilmu yang mesti dipahami kaum profesional untuk meraih dan menumbuhkan “kepercayaan pembaca”Manajemen Bahasa, WahyuWibowo, Gramedia2001. Berikut materi kuliah Penulisan Kreatif… silakan unduh di sini {MK Penulisan Kreatif} Filsafat Bahasa Mahasiswa dapat memahami konsep umum mengenai Filsafat Bahasa, sehingga mampu menjelaskan pengertian, ruang lingkup, dan orientasi Filsafat Bahasa. Berikut materi kuliah Filsafat Bahasa… silakan unduh di sini {Filsafat Bahasa} Dasar-dasar Filsafat —Mahasiswa dapat memahami a eksistensi manusia sebagai makhluk berpikir; b makna filsafat dalam kehidupan dewasa ini; c aliran-aliran Filsafat Ilmu; dan d hubungan nilai-nilai filsafat dengan ilmu pengetahuan. Berikut materi kuliah Filsafat Bahasa… silakan unduh di sini {Dasar-dasar Filsafat}
Echlos dan Shadly dalam Mulyasa 2017, hlm. 25 mengungkapkan bahwa kata kompetensi berasal dari bahasa Inggris competency sebagai kata benda competence yang berarti kecakapan, kompetensi dan kewenangan. Artinya, kompetensi dapat diartikan sebagai sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai seseorang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga dia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, efektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. Kompetensi mempunyai arti penting dalam menjalankan profesi, termasuk Guru. Kompetensi yang dimiliki dapat menjadi alat bantu untuk bertahan hidup di tengah ketatnya persaingan hidup atau satu bidang. Dengan demikian, kompetensi merupakan modal untuk mendidik para generasi penerus bangsa agar menjadi manusia berkualitas Manang 2020, hlm. 144 . Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa seseorang yang berkompetensi berarti memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai dasar yang diterapkan dalam melaksanakan tugasnya. Kompetensi merupakan kumpulan pengetahuan, keterampilan dan perilaku seseorang agar dapat melaksanakan tugasnya secara efisien dan mampu bertahan dalam dunia kerja dan melaksanakan kinerja sesuai dengan standar yang dimiliki profesinya. Lalu bagaimana dengan kompetensi guru? Berikut adalah uraian benang merahnya. Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial dan spiritual yang secara tidak langsung membentuk kompetensi standar profesi guru, yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi dan profesionalisme guru Mulyasa, 2017, hlm. 119. Kompetensi guru mengacu kepada kemampuan guru yang diwujudkan dalam pikiran maupun tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan setelah mengalami proses pembelajaran tertentu. Secara tidak langsung, kompetensi guru adalah himpunan pengetahuan, kemampuan dan keyakinan yang dimiliki seorang guru dan ditampilkan untuk situasi mengajar. Apabila guru tidak mampu memenuhi kompetensi, maka akan gugur keguruannya. Kompetensi guru juga dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ditampilkan dalam bentuk perilaku cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya. Jelas bahwa seorang guru dituntut memiliki kompetensi atau kemampuan dalam ilmu yang dimilikinya, kemampuan penguasaan mata pelajaran, kemampuan berinteraksi sosial baik dengan sesama peserta didik maupun dengan sesama guru dan kepala sekolah, bahkan dengan masyarakat luas Novauli, 2015, hlm. 46. Guru juga dituntut selalu mengembangkan dan memperkaya diri dengan cara belajar dan mencari informasi baru yang berkaitan dengan pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan pada umumnya, mereka harus terbiasa membaca, untuk memperoleh informasi dan melakukan perubahan di sekolah sesuai dengan perubahan masyarakat dan perkembangan zaman. 4 Kompetensi Guru dan Contoh Penerapannya Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada bab IV pasal 10 ayat 91 dinyatakan bahwa “kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.” Artinya setidaknya terdapat 4 kompetensi yang harus dimiliki guru dengan rincian sebagai berikut. 1. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik adalah kemampuan pemahaman mengenai peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Contoh penerapan kompetensi pedagogik meliputi beberapa poin di bawah ini. Menguasai karakteristik peserta didik secara spesifik dari sisi moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. Dapat menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik Memiliki penguasaan terhadap teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik. Mampu mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang yang kampuh. Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggara kegiatan pengembangan yang mendidik. Dapat memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 10 Kompetensi Pedagogik Guru Sardiman 2016, hlm. 163 menyatakan terdapat sepuluh indikator yang menunjukkan kompetensi pedagogik guru, 10 kompetensi pedagogik guru tersebut adalah sebagai berikut. menguasai bahan ajar; mengolah program belajar mengajar; mengelola kelas; penggunaan media atau sumber; menguasai landasan-landasan pendidikan; mengelola interaksi belajar mengajar; menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran; mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah; mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah; memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guru guna keperluan pengajaran. Mengenai kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran serta komponen-komponen kompetensi pedagogik tersebut telah diatur pada PP RI Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Guru Pasal 3 ayat 4 mengenai kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik meliputi 8 komponen, yaitu Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; Pemahaman terhadap peserta didik; Pengembangan kurikulum atau silabus; Perancangan pembelajaran; Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; Pemanfaatan teknologi pembelajaran; Evaluasi hasil belajar; dan Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 2. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian adalah sifat-sifat unggul seseorang, seperti sifat ulet, tangguh, atau tabah dalam menghadapi tantangan atau kesulitan, dan cepat bangkit apabila mengalami kegagalan, memiliki etos belajar dan etos kerja yang tinggi, berpikir positif terhadap orang lain. Contoh penerapan kompetensi kepribadian adalah sebagai berikut. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil dewasa, arif, dan berwibawa. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. Mampu menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 3. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. Beradaptasi di tempat bertugas dan di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. Bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, status sosial dan ekonomi. Berkomunikasi secara efektif, simpatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat. 4. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional adalah kemampuan menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Selain itu, guru mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Singkatnya, guru dituntut mampu menyampaikan materi atau bahan pelajaran, bukan hanya menguasainya saja. Contoh penerapan dari kompetensi profesional adalah sebagai berikut. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Menguasai standar kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. Keterampilan Abad 21 Di abad 21 ini perkembangan pandangan tentang belajar mengajar banyak mengalami perubahan sejalan dengan berubahnya teknologi dan informasi. Hal ini terbukti dengan adanya pembaharuan-pembaharuan dalam bidang pendidikan. Semua ini menimbulkan tantangan bagi guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya Nurhaidah, 2016, hlm. 11. Dalam kaitannya dengan bidang pendidikan, BSNP dalam Daryanto & Karim, 2017 menjelaskan bahwa pendidikan nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, kemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya. Terkait dengan uraian di atas, Trilling dan Fadel dalam Karim & Daryanti, 2017 membagi keterampilan abad 21 menjadi 3, yaitu Life and career skills. Merupakan keterampilan hidup dan berkarir, meliputi fleksibelitas dan adaptabilitas, inisiatif dan mengatur diri sendiri, interaksi sosial budaya, produktivitas dan akuntabilitas, serta kepemimpinan dan tanggung jawab. Learning and innovation skills. Merupakan keterampilan belajar dan inovasi meliputi berpikir dan mengatasi masalah, komunikasi dan kolaborasi, dan kreativitas dan inovasi. Information media and technology skills. Merupakan keterampilan teknologi dan media informasi meliputi literasi informasi, literasi ICT. Ketiga keterampilan tersebut terangkum dalam sebuah skema yang disebut pelangi keterampilan pengetahuan abad 21 atau disebut “21 Century Knowledge-Skill Rainbow”. Kompetensi Guru Abad 21 Untuk menunjang proses pembelajaran yang sesuai dengan abad ke 21, diharapkan guru sudah memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara professional, yaitu dengan memiliki keterampilan berikut ini mampu memfasilitasi dan menginspirasi belajar dan kreatifitas peserta didik secara inovatif dengan menggunakan tool dan sumber-sumber digital; mampu merancang dan mengembangkan pengalaman belajar peserta didik dengan assesemen berupa penyediaan alat evaluasi formatif dan sumatif yang bervariasi sesuai dengan standar teknologi dan konten serta mengintegrasikan tool dan sumber digital; mampu berkolaborasi dengan peserta didik, teman sejawat, dan komunitas dalam menggunakan tool – tool sumber digital untuk mendorong keberhasilan dan inovasi peserta didik; mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran yang beragam dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan memberikan akses yang memadai terhadap tool – tool digital dan sumber belajar digital lainnya dengan tetap menghargai hak cipta, hak kekayaan intelektual dan dokumentasi sumber belajar; serta mampu berpartisipasi dalam komunitas lokal dan global untuk menggali penerapan teknologi kreatif untuk meningkatkan pembelajaran dan pembaharuan diri terkait dengan profesi guru. Cara Meningkatkan Kompetensi Guru Tentunya, secara umum langkah untuk mengikuti dan meningkatkan kompetensi guru adalah dengan mengikuti standar kompetensi guru atau kompetensi profesional guru sehingga dapat menghasilkan peningkatan kompetensi guru. Cara meningkatkan kompetensi guru amatlah berkaitan langsung dengan berbagai keterampilan dan indikator kompetensi guru yang telah diuraikan di atas. Kompetensi guru diharapkan untuk memangku jabatan tersebut harus benar-benar dilakukan secara ikhlas. Dalam arti kata bahwa guru yang memiliki kompetensi adalah guru yang profesional yang memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugasnya dari keinginan dan rasa tanggungjawabnya sendiri, bukan sekedar dalam rangka untuk memenuhinya saja. Peningkatan kompetensi guru dapat dilaksanakan melalui berbagai strategi dalam bentuk pendidikan dan pelatihan. Jenis-jenis pendidikan dan latihan yang sering dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru, antara lain sebagai berikut. Inhouse training IHT Program magang Kemitraan sekolah Belajar jarak jauh Pelatihan berjenjang dan pelatihan khusus Kursus singkat di LPTK atau lembaga pendidikan lainnya Pembinaan internal oleh sekolah Pendidikan lanjut S2 – S3 Di samping kegiatan-kegiatan pendidikan dan latihan formal sebagaimana disebutkan di atas, kegiatan-kegiatan non-diklat yang dapat dilaksanakan untuk mewujudkan peningkatan kompetensi guru, antara lain sebagai berikut. Diskusi masalah pendidikan yang dapat diselenggarakan secara berkala dengan topik sesuai dengan masalah yang di alami di sekolah. Mengikuti seminar dan pembinaan publikasi ilmiah juga dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan profesi guru dalam meningkatkan kompetensi guru. Mengikuti workshop yang dilakukan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi pembelajaran, peningkatan kompetensi maupun pengembangan karirnya. Melaksanakan penelitian yang dapat dilakukan guru dalam bentuk penelitian tindakan kelas, penelitian eksperimen, maupun jenis penelitian lain dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran. Menulis buku bahan ajar dalam bidang pendidikan. Membuat media pembelajaran yang inovatif Membuatan karya teknologi atau bahkan karya seni yang dapat bermanfaat untuk pendidikan. Referensi Manang. M. E., & Yohanes. N. B. 2020. Persepsi Guru Biologi Terhadap Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Biologi di Kabupaten Sikka. Jurnal Mangifera Edu, 42, 144. Mulyasa, E. 2017. Menjadi Guru yang Profesinal. Bandung PT Remaja Rosdakarya. Nurhaidah, M., & Insya, M. 2016. Pengembangan Kompetensi Guru Terhadap Pelaksanaan Tugas Dalam Mewujudkan Tenaga Guru Yang Profesional. Jurnal Pesona Dasar, 24, 11. Novauli, F. M. 2015. Kompetensi Guru Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Pada Smp Negeri dalam Kota Banda Aceh. Jurnal Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 31, 46. Sardiman. 2016. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta PT. Raja Grafindo Persada.
Pengertian Capaian Pembelajaran Capaian Pembelajaran CP merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai murid pada setiap fase perkembangan, yang dimulai dari fase Fondasi pada PAUD. Capaian Pembelajaran mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Capaian Pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini PAUD terdiri atas satu fase, yaitu fase Fondasi. Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah terdiri dari 6 fase A–F, atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SDLB, SMPLB, SMALB, Paket A, Paket B, dan Paket C. Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah juga disusun untuk setiap mata pelajaran. Murid berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Sementara itu, murid berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual dapat menggunakan CP umum dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.
mata pelajaran yang diampu artinya